Kamis, 12 September 2013

Etika dan Moral Pemuda yang Semakin Menurun



ETIKA DAN MORAL PEMUDA YANG SEMAKIN MENURUN

1.      Pengertian
a)      Etika
Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik serta suatu tanggung jawab.
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini, ditentukan oleh bermacam-macam norma. Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan, norma agama berasal dari agama sedangkan norma moral berasal dari suara batin. Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika. Etika (ethics) berarti moral sedangkan etiket (etiquette)berarti sopan santun.
Etika dapat dibedakan menjadi tiga macam:
1)      Etika sebagai ilmu, yang merupakan kumpulan tentang kebajikan, tentang penilaian perbuatan seseorang.
2)      Etika dalam arti perbuatan, yaitu perbuatan kebajikan. Misalnya, seseorang dikatakan etis apabila orang tersebut telah berbuat kebajikan.
3)      Etika sebagai filsafat, yang mempelajari pandangan-pandangan, persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan.
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral). Sedangkan etika menurut filsafat dapat disebut sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. Pada dasarnya, etika membahas tentang tingkah laku manusia.
Dengan kata lain, etika adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dicapai oleh manusia dalam perbuatan mereka, dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia.

b)     Moral
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat. Bila kita membandingkan dengan arti kata ‘etika’, maka secara etimologis, kata ’etika’ sama dengan kata ‘moral’ karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan,adat. Dengan kata lain, kalau arti kata ’moral’ sama dengan kata ‘etika’, maka rumusan arti kata ‘moral’ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu ‘etika’ dari bahasa Yunani dan ‘moral’ dari bahasa Latin. Jadi bila kita mengatakan bahwa perbuatan pengedar narkotika itu tidak bermoral, maka kita menganggap perbuatan orang itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma etis yang berlaku dalam masyarakat. Atau bila kita mengatakan bahwa pemerkosa itu bermoral bejat, artinya orang tersebut berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang tidak baik.

Jumat, 15 Februari 2013

Kumpulan puisi Chairil Anwar


AKU
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943
PRAJURIT JAGA MALAM
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam

Sabtu, 03 November 2012

Drama Sepuluh Orang Kusta


KESEPULUH ORANG KUSTA (DRAMA)
(Lukas 17 : 11-19)

Tokoh :  Yesus                                     Murid Yesus I
  Murid Yesus II                       Orang Kusta I
  Orang Kusta II                       Orang Kusta III
  Orang Kusta IV                      Orang Kusta V
  Orang Kusta VI                      Orang Kusta VII
  Orang Kusta VIII                    Orang Kusta IX
  Orang Kusta X


Adegan I
            Nikita - Seperti Yang Kuingini      

“Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata pada pohon ara ini: Terbantulah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu”
(Layar dibuka)
Suatu ketika, dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus dan murid-muridnya berjalan menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika memasuki suatu desa, datanglah sepuluh orang kusta menemui dia.

Drama : Indah pada waktunya


INDAH PADA WAKTUNYA

Tokoh     :
Fernando                              Lusia
Venicia                                  Merry
Ibu                                          Siska
Pater Andrea                        Cha-cha

A
B
C
D
E
F


                                             BABAK I

ADEGAN I

Zaman semakin kejam….
Saat banyak orang berjuang untuk terlepas dari beban hidup, justru mereka semakin dikekang dan kian tertekan. Sebagian yang lain hidup meracun hati, duduk santai pada kursi empuk di gedung-gedung megah.  Acuh tak acuh dengan tangisan kelaparan, rintihan kesengsaraan dan kekurangan orang-orang di bawah. Mereka menganggap batu karang dan pohon-pohon gamal  ini langit biru.
Kala malam, jauh dari keramaian kota, seorang wanita berjalan lesu menuju gubuk reotnya. Hari itu tak ada pakaian orang yang dicucinya. Oleh karena itu tak ada makanan yang dibawa buat kedua orang anaknya, Venicia dan Fernando.

Senin, 22 Oktober 2012

Qoutez - Makalah Keterampilan Berbicara


KETERAMPILAN BERBICARA

Keterampilan berbahasa mempunyai  4 komponen yaitu : keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.   Kesatuan komponen  tersebut sangat erat hubunggannya sehingga disebut catur tunggal. Dan keterampilan itu hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan cara praktek dan banyak latihan.  Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berpikir. Untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi, dapat diawali dengan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.
            Hakikat berbicara merupakan pengetahuan yang sangat fungsional dalam memahami seluk beluk berbicara. Manusia hidup selalu berkelompok mulai dari kelompok kecil, misalnya keluarga, sampai kelompok yang besar seperti organisasi sosial. Dalam kelompok itu mereka berinteraksi satu dengan yang lainnya.

Senin, 01 Oktober 2012

Pembagian Grup Turnamen Sepak Bola Mini "Batakte CUP I"


Pool A
Batakte D
Arendox FC
Garaztha FC
Tablolong United

Pool B
Bahodenk FC
Oenunu FC
LSC FC
Jan Van Neck FC

Pool C
GSN United
Bone FC
D’Qiller FC
Rasta FC

Pool E
Resecap FC
Sageru FC
Batakte C
Atalanta FC

Rabu, 26 September 2012

Batakte Cup

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, maka kami pemuda-pemudi yang bermukim di Kelurahan Batakte menyelenggarakan Turnamen Sepakbola Mini 'Batakte Cup I'. Turnamen ini akan menjadi Program Tahunan Himpunan Pemuda Batakte.